Teknologi digital dapat memulai revolusi ilmiah baru! Part 2

Image result for article about digital technology

Bidang studi yang menjanjikan
Salah satu bidang studi yang menjanjikan mengaplikasikan eksperimen berbasis website ialah mempelajari bagaimana interaksi antar individu bisa menciptakan perilaku kolektif. Sosiolog menyebut ini dilema mikro-makro, di mana keputusan individu secara agregat mewujudkan hasil sosial.

Sebagai model, sahabat aku Matthew Salganik , kini seorang profesor sosiologi di Universitas Princeton melaksanakan tes untuk mempelajari bagaimana produk tradisi menjadi populer . Ia membikin web website, di mana tiap-tiap orang yang berkunjung bisa memperdengarkan nyanyian-nyanyian dari pekerja seni yang tak diketahui dan men-download-nya.

Artikel lainnya : Neon Box

Ia memanipulasi web website, dengan membangun delapan ruang virtual dan memanipulasi jumlah nyanyian yang diunduh di tiap-tiap kamar, mewujudkan alam semesta sejajar.

Dari tes , Salgalnik menemukan bahwa nyanyian-nyanyian populer berjalan bagus bukan sebab kualitasnya, tapi sebab banyak orang men-download-nya. Orang-orang cenderung memperdengarkan nyanyian-nyanyian yang telah populer, dan cenderung melalaikan nyanyian-nyanyian yang belum pernah diunduh. Nyanyian-nyanyian yang menjadi populer berbeda di tiap-tiap “alam semesta”.

Ini cuma satu bidang penelitian. Sebuah nyanyian agak tak membahayakan, tapi kami mungkin bisa mereplikasi tes ke ideologi dan metode kepercayaan selama Anda mempunyai ukuran perilaku yang pasti.

Kekhawatiran etis
Pada akibatnya, dengan penelitian sosial berbasis dunia maya, para ilmuwan mungkin dapat mengetahui manusia di luar pemahaman mereka sendiri.

Kami belum ada di sana. Dikala ini, hal paling revolusioner yang diberi dunia maya terhadap kita ialah jalan masuk ke data besar. Mempunyai data ini berarti ada banyak metode untuk menguji teori perilaku sosial.

Namun, sebelum kita melangkah lebih jauh, kita masih perlu berpolemik perihal moral penelitian sosial mengaplikasikan teknologi komputerisasi, terutamanya pada dilema persetujuan. Sebagian perusahaan teknologi telah bereksperimen tanpa minta izin dari penggunanya: algoritma yang diaplikasikan Facebook untuk menetapkan apa yang timbul di garis waktu pengguna ialah model.

Banyak dari kita yang mengaplikasikan media komputerisasi mungkin telah menjadi subjek dalam eksperimen tanpa kita sadari.

Komitmen teknologi komputerisasi sebagai instrumen pengamatan yang tepat sasaran untuk mempelajari perilaku dan masyarakat manusia amat mengasyikkan. Namun sebagai ilmuwan sosial, kita juga sepatutnya hati-hati. Kita sepatutnya memikirkan metode yang memberi insentif terhadap segala orang untuk menegakkan standar moral dan mencegah bahaya.

Baca juga : Cetak banner

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *